Laman

Kamis, 16 April 2015

Hubungan Antara Media Dan Proses Belajar Mengajar



HUBUNGAN ANTARA MEDIA DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

A.    PENDAHULUAN
Pada dasarnya, pembelajaran adalah sebuah proses transfer ilmu pengetahuan yang menghasilkan adanya perubahan, baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik. Dalam proses transfer ilmu pengetahuan ini dibutuhkan sebuah sarana yang kita kenal dengan sebutan media pembelajaran.
Media pembelajaran dalam proses belajar mengajar menjadi sesuatu yang penting dalam pencapaian tujuan pendidikan. Media pembelajaran merupakan sebuah sarana menyampaiakan pesan yang berupa alat fisik yang dapat membantu dan mempermudah dalam proses belajar mengajar dengan tujuan untuk meningkatkan mutu dari proses belajar mengajar serta mampu menggugah minat belajar siswa.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal diharapkan seorang pendidik harus pandai memilih dan memilah media pembelajaran yang akan dipakai agar tujuan pendidikan tercapai.
Dibawah ini akan dibahas mengenai hubungan antara media dan proses belajar mengajar, dari pengertian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar, media sebagai alat komunikasi, guru dan media pembelajaran, dan prinsip pemanfaatan media pembelajaran.

B.     PEMBAHASAN
1.      Pengertian media pembelajaran dan proses belajar mengajar
Media dalam proses pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa, sehingga dapat terdorong terlibat dalam proses pembelajaran.[1] Pendek kata, Media Pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan untuk mempermudah penyampaian materi pembelajaran.
Belajar menurut pandangan behavioristik adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perbahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.[2] Mengajar adalah penciptaan system lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar.[3]
Jadi proses belajar mengajar adalah proses interaksi antara pengajar dan pelajar yang mengakibatkan terjadinya perubahan yang dialami pelajar atau siswa dalam hal kemampuan dan tingkah laku.

2.      Media sebagai alat komunikasi dalam proses belajar mengajar
Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyamapaian pesan dari sumber pesan melalui media tertentu ke penerima pesan. (Dr. Arief S, Saduman, dkk, Media Pendidikan,1993). Komponen proses komunikasi tersebut adalah pesan, sumber pesan, media dan penerima pesan.
Dalam proses pembelajaran, proses berupa isi ajaran dan didikan yang ada dikurikulum, guru sebagai sumber pesan, yang dituangkan dalam symbol-simbol komunikasi, baik verbal maupun non verbal yaitu yang disebut media, dan penerima pesan yaitu peserta didik.
Proses penuangan pesan ke dalam symbol-simbol komunikasi itu disebut encoding dan proses.

3.      Guru dan media pembelajaran
Guru dan media pembelajaran merupakan dua faktor yang berkaitan erat dengan tercapainya tujuan proses belajar mengajar. Berhasil atau tidaknya hal tersebut sangat bergantung bagaimana guru mampu mengkomunikasikan pesan yang hendak disampaikan yang salah satunya melalui media-media pembelajaran sehingga diperlukan guru yang memiliki kemampuan dan kecakapan yang memadai, serta tersedianya media pembelajaran yang dibutuhkan.
Sebagaimana disebutkan diatas, dalam proses belajar mengajar hakikatnya merupakan penyampaian pesan dari guru terhadap peserta didik, maka dalam proses ini antara guru dan peserta didik terjadi interaksi. Dengan kata lain, kondisi yang perlu diciptakan adalah terjadi interaksi edukatif dan interaksi instruksional sehingga tujuan belajar mengajar yang ditentukan tercapai.[4]
Ada permasalahan pokok mengenai bagaimana kemampuan guru menginteraksikannya melalui media pembelajaran ini yang cukup mendasar, yakni sejauh manakah kesiapan guru dalam menguasai penggunaan media yang ada secara optimal. Semakin maju perkembangan masyarakat, maka semakin besar dan berat tantangan yang dihhadapi guru. Sedikitnya ada 5 tantangan yang dihadapi guru dewasa ini, antara lain[5]:
1)      Apakah guru tersebut telah memiliki pengetahuan/pemahaman dan pengertian yang cukup tentang media pendidikan?
2)      Apakah guru memiliki keterampilan tentang cara menggunakan media dalam proses belajar mengajar di kelas?
3)      Apakah guru mampu membuat sendiri alat-alat media pendidikan yang dibutuhkan?
4)      Apakah guru mampu melakukan penilaian terhadap media yang akan dan telah digunakan?
5)      Apakah guru telah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang administrasi media pendidikan?

Agar seorang guru dalam menggunakan media pembelajaran yang efektif, setiap guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup mengenai media pembelajaran.

4.      Prinsip pemanfaatan media pembelajaran
Media pengajaran digunakan dalam rangka upaya peningkatan atau mempertinggi mutu proses kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu harus diperhatikan prinsip-prinsip penggunaannya, antara lain[6]:
a.       Penggunaan media pengajaran hendaknya dipandang sebagai bagian yang integral dari suatu system pengajaran dan bukan hanya sebagai alat bantu yang berfungsi sebagai tambahan yang digunakan bila dianggap perlu dan hanya dimanfaatkan sewaktu-waktu dibutuhkan.
b.      Media pengajaran hendaknya dipandang sebagai sumber belajar yang digunakan dalam usaha memecahkan masalah yang dihadapi dalam proses belajar mengajar.
c.       Guru hendaknya benar-benar menguasai teknik-teknik dari suatu media pengajaran yang digunakan.
d.      Guru seharusnya memperhitungkan untung ruginya pemanfaatan suatu media pengajaran.
e.       Penggunaan media pengajaran harus diorganisir secara systematis bukan sembarang menggunakannya.
f.       Jika sekiranya suatu pokok bahasan memerlukan lebih dari macam media, maka guru dapat memanfaatkan multy media yang menguntungkan dan memperlancar proses belajar mengajar dan juga dapat merangsang siswa dalam belajar.

C.    KESIMPULAN
Guru dan media merupakan hal yang tak terpisahkan. Guru sebagai sumber informasi, dan media sebagai sarana pengantar pesan. Proses belajar mengajar menjadi suasana yang menyenangkan ketika seorang guru dapat memilih media dengan tepat sehingga materi pelajaran dapat disampaikan dengan baik.
Guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi yang diajarkan saja, tetapi juga dituntut untuk dapat menggunakan dan memilih media pembelajaran secara efektif dan tepat guna.

D.    DAFTAR PUSTAKA
Asnawir dan Badyiruddin Usman. 2002. Media Pembeljaran. Jakarta: Ciputat pers.
C. Asri Budiningsih. 2005.Belajar dan Pembelajarannya. Jakarta: PT Rineka Cipta. 
Hamalik, Oemar. 1991. Pendekatan dan Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA. Bandung: CV Sinar Baru.
Hermawan, Acep. 2011. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
J.J. Hasibuan, Dip.ed, Moedjiono. 1993. Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdiakarya.


[1] Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2011) hal. 223
[2] C. Asri Budiningsih, Belajar dan Pembelajarannya, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2005) hal. 20
[3] J.J. Hasibuan, Dip.ed, Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdiakarya, 1993) hal.3
[4] DR. Oemar Hamalik, Pendekatan dan Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA,  (Bandung CV Sinar Baru, 1991), hal.5
[5] Asnawir dan Badyiruddin Usman, Media Pembeljaran, (Jakarta : Ciputat pers,2002), hal. 20
[6] Ibid.

Media Visul



MEDIA VISUAL
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Di era globalisasi ini pendidikan merupakan salah satu investivasi panjang karena proses dari pendidikan itu sendiri akan dirasakan baik untuk saat ini maupun masa yang akan datang. Pendidikan tidak akan terlepas dari peranan media dalam pemanfaatannya di dunia pendidikan. Kita sadari semakin banyak saluran informasi dalam berbagai bentuk media. Dalam hal ini, kita sebagai calon pendidik dapat lebih mudah untuk menyampaikan materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Penggunaan media pembelajaran sangat diperlukan untuk menyalurkan pesan, merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik serta mengaktifkan pembelajaran dalam memberi tanggapan dan umpan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar pada diri peserta didik untuk melakukan praktek-praktek dengan benar.
Maka dari itu, dalam makalah ini kami membahas tentang salah satu media pembelajaran yaitu media visual. Media visual merupakan media yang memberikan gambaran menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak. Media visual ini lebih bersifat realistis dan dapat dirasakan oleh sebagian besar panca indera kita khususnya indera penglihatan. Manfaat yang kita dapat dalam penggunaan media ini adalah pemakaiannya yang efektif dan efisien, praktis, dan lebih cepat dipahami oleh peserta didik.
Oleh karena itu, pendidik dapat memanfaatkan media-media secara optimal sehingga menghasilkan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan seperti media visual untuk mempermudah dalam berinteraksi dan pemberian materi yang akan dibahas pada peserta didik.



1.2  Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksud dengan media visual?
2.    Apa manfaat dari media visual?
3.    Bagaimana cara pemilihan media visual?
4.    Apa saja macam-macam dari media visual?

1.3  Tujuan Penulisan
Dengan membahas lebih rinci tentang media visual, kita dapat mengetahui apa itu media visual, manfaat-manfaat dari media visual itu sendiri, bagaimana cara pemilihan media visual yang baik dan benar serta macam-macam media visual yang dapat kita gunakan dalam proses belajar mengajar.

1.4  Ruang Lingkup
Kami selaku tim penyusun menempatkan pembelajaran menggunakan media visual dalam ruang lingkup yang cukup luas, maksudnya dari seluruh kalangan masyarakat. Akan tetapi diantaranya para peserta didik yang lebih dominan perlu adanya bimbingan dan motivasi pembelajaran meggunakan media visual.

1.5  Metode Penulisan
Dalam hal metode ini kami menggunakan adalah metode pustaka dan beberapa menggunakan media internet dalam pencarian materi.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Media Visual
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Dalam pendidikan, media diartikan sebagai komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi intruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Pengertian media menurut beberapa sumber adalah sebagai berikut:
1.    AECT : media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi.
2      Gagne : media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar.
3      Briggs : media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
     Bila kita tinjau dari media pembelajaran yang mempunyai arti segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi. Sedangkan media visual adalah media yang memberikan gambaran menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa media visual merupakan salah satu media untuk pembelajaran.
Media visual ini lebih bersifat realistis dan dapat dirasakan oleh sebagian besar panca indera kita terutama oleh indera penglihatan. Media visual ada yang dapat diproyeksikan dan ada pula yang tidak dapat diproyeksikan.


2.2   Manfaat Media Visual
Dalam penggunaannya media visual memiliki manfaat atau kegunaan. Manfaatnya antara lain:
1.      Media bersifat konkrit, lebih realistis dibandingkan dengan media verbal atau non visual sehingga lebih memudahkan dalam pengaplikasiannya.
2.      Beberapa penelitian membuktikan bahwa pembelajaran yang diserap melalui media penglihatan (media visual), terutama media visual yang menarik dapat mempercepat daya serap peserta didik dalam memahami pelajaran yang disampaikan.
3.      Media visual dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik dan dapat melampaui batasan ruang kelas. Melalui penggunaan media visual yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.
4.      Lebih efiektif dan efisien  dibandingkan media verbal lainnya karena jenisnya yang beragam, pendidik dapat menggunakan semua jenis media visual yang ada. Hal ini dapat menciptakan sesuatu yang variatif, dan tidak membosankan bagi para peserta didiknya.
5.      Penggunaannya praktis, maksudnya media visual ini mudah dioperasikan oleh setiap orang yang memilih media-media tertentu, misalkan penggunaan media Transparansi Overhead Tranparancy (OHT).

2.3             Cara Pemilihan Media Visual
Dalam pemilihan media visual ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaannya, yaitu:
a.    Apakah media visual itu ?
Media visual adalah media yang memberikan gambaran menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak .media visual ini lebih bersifat realistis dan dapat dirasakan oleh sebagian besar panca indera kita terutama oleh indera penglihatan.
                                                         

b. Mengapa media pembelajaran visual merupakan salah satu pilihan  yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran?
Media pembelajaran visual telah terbukti lebih efisien dalam melakukan komunikasi antara pendidik dengan peserta didik. Dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran visual (seperti gambar diam, gambar bergerak, televise, objek tiga dimensi, dll) mempunyai hubungan positif yang cukup tinggi. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa media pembelajaran visual merupakan media pembelajaran yang cukup baik dan efisien.

c. Siapakah yang dapat mengoprasikan media pembelajaran visual dengan baik dan benar?
Sebenarnya, siapapun bisa mepergunakan media pembelajaran visual dengan baik dan benar. Namun, dengan catatan orang tersebut telah mengusai cara penggunaannya dengan benar. Beberapa orang yang bisa mengoprasikan penggunaan media visual harus memiliki kemauan untuk belajar.

d.      Ada beberapa faktor yang menghambat perkembangan kemampuan seseorang untuk menggunakan media pembelajan, yaitu:
1.    Asumsi bahwa menggunakan media itu repot.
2.    Menganggap media itu canggih dan mahal.
3.    Tidak bisa menggunakan media yang ada.
4.    Asumsi bahwa media itu hiburan, memperkecil kemungkinan anak tetap konsentrasi terhadap pelajarannya.
5.    Tidak tersedianya media pembelajaran visual.
6.    Kebiasaan menikmati ceramah/bicara tanpa media visual.
                        Jadi, seseorang yang paling tepat untuk menggunakan media pembelajaran visual adalah seseorang yang tidak memiliki sifat menghambat seperti yang disebutkan diatas.

e. Dimanakah media pembelajaran visual dapat digunakan ?
Media pembelajaran visual baiknya digunakan di tempat yang tepat, sesuai dengan jenis medianya. Misalnya, media yang tidak diproyeksikan dapat dilakukan diluar kelas. Hal itu memungkinakan untuk media pembelajaran visual yang berupa benda nyata dan media grafis. Dalam penggunaan media pembelajaran visual berbentuk benda nyata misalnya, dalam pelajaran biologi kita dapat menggunakan tumbuhan diluar kelas sebagai media pembelajaran visual. Media grafis dan model pun bisa digunakan diluar kelas, apabila media tersebut memungkinkan untuk digunakan diluar kelas.
Sedangkan untuk media pembelajaran yang diproyeksikan, tempat yang tepat adalah di dalam kelas. Mengingat kebutuhannya akan alat-alat yang cukup berat, dan dibutuhkannya aliran listrik, tentu penggunaan media pembelajaran visual yang diproyeksikan ini lebih baik digunakan di dalam kelas.

f. Kapankan media pembelajaran visual dapat digunakan?
Melihat berbagai macam jenis media visual, dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran visual dapat digunakan kapan saja saat dibutuhkan. Para pendidik dapat menyesuaikan jenis media visual apa yang dibutuhkan, dan disesuaikan dengan tempat kegiatan belajar mengajar; apakah di dalam atau di luar ruangan.

 g. Bagaimana cara pemilihan media visual yang tepat ?
Cara pemilihan media visual yang tepat adalah :
1. Media yang digunakan harus memperhatikan konsep pembelajaran atau tujuan dari pembelajaran.
2. Memperhatikan karakteristik dari media yang akan digunakan ,apakah sesuai dengan situasi dan kondisi yang tepat guna.
3. Tepat sasaran kepada peserta didik yang sesuai degan kebutuhan zaman.
4. Waktu , tempat , ketersediaan  dan biaya yang digunakan.
5. Pilihlah media visual yang menguntungkan agar lebih menarik,variatif, mudah diingat dan tidak membosankan sesuai dengan konteks penggunaannya.

2.4       Macam-macam Media Visual
a.  Media yang tidak diproyeksikan
1.      Media realita adalah benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan di ruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke obyek. Kelebihan dari media realita ini adalah dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Misal untuk mempelajari keanekaragaman makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup, ekosistem, dan organ tanaman.
   

2.      Model adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya. Penggunaan model untuk mengatasi kendala tertentu sebagai pengganti realia. Misal untuk mempelajari sistem gerak, pencernaan, pernafasan, peredaran darah, sistem ekskresi, dan syaraf pada hewan. 

3.      Media grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-simbol visual. Fungsi dari media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal. Jenis-jenis media grafis adalah:
a.    Gambar / foto merupakan media yang paling umum digunakan.

b.    Sketsa adalah gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian pokok tanpa detail. Dengan sketsa dapat menarik perhatian siswa, menghindarkan verbalisme, dan memperjelas pesan.
               


c.    Diagram / skema: gambar sederhana yang menggunakan garis dan simbol untuk menggambarkan struktur dari obyek tertentu secara garis besar. Misal untuk mempelajari organisasi kehidupan dari sel samapai organisme.
d.      Bagan / chart : menyajikan ide atau konsep yang sulit sehingga lebih mudah dicerna siswa. Selain itu bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari penyajian. Dalam bagan sering dijumpai bentuk grafis lain, seperti: gambar, diagram, kartun, atau lambang verbal.

e.       Grafik yaitu gambar sederhana yang menggunakan garis, titik, simbol verbal atau bentuk tertentu yang menggambarkan data kuantitatif. Misal untuk mempelajari pertumbuhan.

b.         Media proyeksi
1.      Transparansi OHP merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Perangkat media transparansi meliputi perangkat lunak (Overhead transparancy / OHT) dan perangkat keras (Overhead projector / OHP). Teknik pembuatan media transparansi, yaitu:
-          Mengambil dari bahan cetak dengan teknik tertentu
-          Membuat sendiri secara manual

2.      Film bingkai / slide adalah film transparan yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2X2 inci. Dalam satu paket berisi beberapa film bingkai yang terpisah satu sama lain. Manfaat film bingkai hampir sama dengan transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan lebih bagus. Sedangkan kelemahannya adalah beaya produksi dan peralatan lebih mahal serta kurang praktis. Untuk menyajikan dibutuhkan proyektor slide.
BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Dalam upaya mencapai suatu proses pembelajaran yang baik, kita memerlukan suatu media atau alal-alat yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Salah satu medianya adalah media visual yang lebih berkaitan dengan indera penglihatan. Media visual itu sendiri mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri seperti penggunaannya yang praktis, lebih efektif dan efisien serta dapat mempercepat daya serap peserta didik. Oleh karena itu, para pendidik dapat memanfaatkan media-media khususnya media visual untuk mempermudah dalam pemberian materi yang akan diberikan.

3.2  Saran
Kita sebagai sebagai peserta didik, calon pendidik maupun para pendidik hendaknya perlu memperhatikan setiap pemilihan media pembelajaran yang akan kita gunakan terutama pada media visual. Pemilihannya harus tepat dan efektif sesuai konsep dan tujuan pembelajaran serta disesuaikan dengan perkembangan psikologis anak atau peserta didik dan menjauhkan media visual yang berbau pornografi sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.