Setiap
jenis media memiliki karakteristik masing-masing dan menampilkan fungsi
tertentu dalam menunjang keberhasilan proses belajar peserta didik.
Agar peran sumber dan media belajar menunjukkan pada suatu jenis media
tertentu, maka pada media-media belajar itu perlu diklasifikasikan
menurut suatu metode tertentu sesuai dengan sifat dan fungsinya terhadap
pembelajaran. Pengelompokan itu penting untuk memudahkan para pendidik
dalam memahami sifat media dan dalam menentukan media yang cocok untuk
pembelajaran atau topik pembelajaran tertentu.
Media
pembelajaran apabila dilihat dari sudut pandang yang luas, tidak hanya
terbatas pada alat-alat audio, visual, audio-visual saja. Melainkan
sampai pada kondisi pribadi pembelajar dan tingkah laku pengajar. Maka
media pembelajaran dapat diklasifikasikan, yaitu: a) media simbol, b)
media audio-visual, c) media teknik, d) kumpulan benda-benda, dan e)
contoh-contoh kelakuan (Daryanto,2011;40).
Adapun penjelasan mengenai klasifikasi media, adalah sebagai berikut:
a. Bahan yang mengutamakan kegiatan membaca atau dengan menggunakan simbol-simbol kata dan visual (bahan-bahan cetakan dan bacaan).
b. Alat-alat audio-visual, alat-alat yang tergolong ke dalam kategori ini, yaitu:
1) Media proyeksi (overhead projector, slide, film, dan LCD).
2) Media
non-proyeksi (papan tulis, poster, papan temple, kartun, papan planel,
komik, bagan, diagram, gambar, grafik, dan lain-lain).
3) Benda tiga dimensi antara lain benda tiruan, diorama, boneka, topeng, lembaran balik, peta, globe, pameran, dan museum sekolah.
c. Media
yang menggunakan teknik atau masinal, yaitu, slide, film strif, film
rekaman, radio, televisi, video, VCD, laboratorium elektronik, perkakas
otoinstruktif, ruang kelas otomatis, sistem interkomunikasi, komputer,
dan internet.
d. Kumpulan benda-benda (material collections),
yaitu berupa peninggalan sejarah, dokumentasi, bahan-bahan yang
memiliki nilai-nilai sejarah, jenis kehidupan, mata pencarian, industri,
perbankan, perdagangan, pemerintahan, agama, kebudayaan, politik, dan
lain-lain.
e. Contoh-contoh
kelakuan, perilaku pengajar. Pengajar memberi contoh perilaku atau
suatu perbuatan. Misalnya, mencontohkan suatu perbuatan dengan gerakan
tangan dan kaki, gerakan badan, mimik, dan lain-lain.
Dalam
proses pembelajaran pendidikan agama Islam, contoh dan kelakuan
pengajar yang dimaksud adalah memberi uswatun hasanah kepada pembelajar.
Seorang pengajar harus berusaha memberikan contoh yang baik kepada
pembelajar baik ketika dalam proses pembelajaran di kelas, maupun di
luar kelas, maupun di luar lingkungan sekolah. Sebab perbuatan dan
tingkah laku pengajar di dalam kelas maupun di luar kelas akan menjadi
contoh bagi pembelajar dan dianut. Dengan demikian media pembelajaran
dari sudut pandang yang luas, tidak hanya terbatas pada alat-alat audio
visual yang digunakan saja, tetapi sampai pada tingkah laku pengajar dan
kondisi pribadi pembelajar.
Dari
beberapa pengelompokan media yang disusun para ahli, ada lima kategori
media pembelajaran menurut Setyosari & Sihkabudden sebagaimana
dipaparkan dalam Rayandra Asyhar, yakni: a) berdasarkan ciri fisik, b)
berdasarkan unsur pokoknya, c) berdasarkan pengalaman belajar, d)
berdasarkan penggunaan, dan e) berdasarkan hirarki manfaat (Asyhar,2011; 46).
a. Pengelompokan berdasarkan ciri fisik
Berdasarkan ciri dan bentuk fisiknya, media pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam empat macam, yaitu:
1) Media pembelajaran dua dimensi (2D), yaitu
media yang tampilannya dapat diamati dari satu arah pandangan saja yang
hanya dilihat dimensi panjang dan lebarnya saja, misalnya foto, grafik,
peta, gambar, bagan, papan tulis, dan semua jenis media yang hanya
dilihat dari sisi datar saja.
2) Media pembelajaran tiga dimensi (3D), yaitu
media yang tampilannya dapat diamati dari arah pandang mana saja dan
mempunyai dimensi panjang, lebar dan tinggi/tebal. Beberapa contohnya
antara lain adalah model, prototipe, bola, kotak, meja, kursi, mobil,
rumah, gunung, dan alam sekitar.
3) Media pandang diam (still picture), yaitu
media yang menggunakan media proyeksi yang hanya menampilkan gambar
diam (tidak bergerak) pada layar. Misalnya foto, lukisan, gambar
binatang atau gambar alam semesta yang diproyeksikan dalam kegiatan
pembelajaran.
4) Media pandang gerak (motion picture), yaitu
media yang menggunakan media proyeksi yang dapat menampilkan gambar
bergerak dilayar, termasuk media televisi, film atau video recorder
termasuk media pandang gerak yang disajikan melalui layar monitor (screen) di komputer atau layar LCD dan sebagainya.
b. Pengelompokan berdasarkan unsur pokoknya
Berdasarkan
unsur pokok atau indera yang dirangsang, media pembelajaran
diklasifikasikan menjadi tiga macam, yakni media visual, media audio dan
media audio-visual. Ketiga penggolongan ini dijabarkan lebih lanjut
oleh Sulaiman dalam Rayandra Asyhar menjadi sepuluh macam, yaitu:
1) Media audio: media yang menghasilkan bunyi, misalnya audio cassette tape recorder, dan radio.
2) Media visual: media visual dua dimensi dan media visual tiga dimensi.
3) Media audio-visual: media yang dapat menghasilkan rupa dan suara dalam suatu unit media.
4) Media audio motion visual: penggunaan segala kemampuan audio dan visual ke dalam kelas, seperti televisi, video tape/cassette recorder dan sound-film.
5) Media audio still visual: media
lengkap kecuali penampilan motion/geraknya tidak ada, seperti
sound-filmstrip, sound-slides, dan rekaman still pada televisi.
6) Media audio semi-motion: media
yang berkemampuan menampilkan titik-titik tetapi tidak bisa
menstransmit secara utuh suatu motion yang nyata. Misalnya: telewriting
dan recorded telewriting.
7) Media motion visual: silent film (film-bisu) dan (loop-film).
8) Media still visual: gambar, slides, filmstrips, OHP dan transparansi.
9) Media audio: telepon, radio, audio, tape recorder, dan audio disk.
10) Media cetak: media
yang hanya menampilkan informasi yang berupa simbol-simbol tertentu
saja dan berupa alphanumeric, seperti buku-buku, modul, majalah, dll.
c. Pengelompokan berdasarkan pengalaman belajar
Thomas
dan Sutjiono dalam Rayandra Asyhar mengklasifikasikan media
pembelajaran menjadi tiga kelompok, yakni pengalaman langsung,
pengalaman tiruan dan pegalaman verbal.
1) Pengalaman
melalui informasi verbal, yaitu berupa kata-kata lisan yang diucapkan
oleh pembelajar, termasuk rekaman kata-kata dari media perekam dan
kata-kata yang ditulis maupun dicetak seperti bahan cetak, radio dan
sejenisnya.
2) Pengalaman media nyata, yaitu berupa pengalaman langsung dalam suatu peristiwa (first hand experience)
maupun mengamati atau objek sebenarnya di lokasi. Media yang termasuk
kelompok ini adalah alam semesta, real process/activities seperti sentra
produksi, hutan, pasar dan sejenisnya.
3) Pengalaman
melalui media tiruan adalah berupa tiruan atau model dari suatu objek,
proses atau benda. Tiruan tersebut bisa berwujud model, prototipe,
simulasi proses, tiruan dari situasi melalui dari dramatisasi atau
sandiwara, dan berbagai rekaman atau objek kejadian. Contohnya globe
bumi sebagai model planet bumi.
d. Pengelompokan berdasarkan penggunaan
Penggolongan
media pembelajaran berdasarkan penggunaannya dapat dibagi dua kelompok,
yaitu media yang dikelompokkan berdasarkan jumlah pengguna dan
berdasarkan cara penggunaannya.
d.1. Berdasarkan jumlah penggunanya
Berdasarkan jumlah penggunanya, media pembelajaran dapat dibedakan ke dalam tiga macam, yakni:
1) Media pembelajaran yang penggunaannya secara individual oleh peserta didik.
2) Media pembelajaran yang penggunaannya secara berkelompok/kelas.
3) Media pembelajaran yang penggunaannya secara masal.
d.2. Berdasarkan cara penggunaannya
Berdasarkan cara penggunaannya, media pembelajaran dibedakan menjadi dua, yaitu:
1) Media tradisional atau konvensional (sederhana), misalnya peta, ritatoon (simbol-simbol grafis), rotatoon (gambar berseri), dll.
2) Media modern atau kompleks, seperti komputer diintegrasikan dengan media-media elektronik lainnya.
e. Pengelompokan berdasarkan hirarki manfaat media
Menurut
Midun sebagaimana dalam Rayandra Asyhar, selain jumlah pengguna dan
cara penggunaannya, media pembelajaran dapat pula digolongkan
berdasarkan hirarki pemanfaatannya dalam pembelajaran. Hal ini
diungkapkan oleh Duncan, yang ingin mensejajarkan biaya investasi,
kelengkapan dan keluasan lingkup sasarannya di satu pihak dan kemudahan
pengadaan serta penggunaan, keterbatasan lingkup sasaran dan rendahnya
biaya di lain pihak, dengan tingkat kerumitan perangkat medianya dalam
satu hirarki.
Dengan
kata lain, semakin rumit jenis perangkat media yang dipakai, semakin
mahal biaya investasinya, semakin susah pengadaannya, tetapi juga
semakin umum penggunaannya dan semakin luas ruang lingkup sasarannya.
Sebaliknya, semakin sederhana jenis perangkat medianya, semakin murah
biayanya, semakin mudah penggunannya, semakin khusus dan lingkup
sasarannya semakin terbatas.
ara Membuat Menu Button
Cara membuat menu button sangatlah simple langkah-langkah seperti di bawah ini:
1. Masuk ke bloger
2. Klik rancangan kemudian klik Tambah Gatget
3. Pilih HTML/Java Scrift
4. Ketik Code dibawah ini pada halaman Gatget tapi sebelumnya ketik dulu judul menu pada Gatget
5. Ganti text warna merah di atas dengan label menu yang diinginkan.setelah itu Save dan lihatlah menu button telah selesai.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
5. Ganti text warna merah di atas dengan label menu yang diinginkan.setelah itu Save dan lihatlah menu button telah selesai.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
ara Membuat Menu Button
Cara membuat menu button sangatlah simple langkah-langkah seperti di bawah ini:
1. Masuk ke bloger
2. Klik rancangan kemudian klik Tambah Gatget
3. Pilih HTML/Java Scrift
4. Ketik Code dibawah ini pada halaman Gatget tapi sebelumnya ketik dulu judul menu pada Gatget
5. Ganti text warna merah di atas dengan label menu yang diinginkan.setelah itu Save dan lihatlah menu button telah selesai.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
5. Ganti text warna merah di atas dengan label menu yang diinginkan.setelah itu Save dan lihatlah menu button telah selesai.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
ara Membuat Menu Button
Cara membuat menu button sangatlah simple langkah-langkah seperti di bawah ini:
1. Masuk ke bloger
2. Klik rancangan kemudian klik Tambah Gatget
3. Pilih HTML/Java Scrift
4. Ketik Code dibawah ini pada halaman Gatget tapi sebelumnya ketik dulu judul menu pada Gatget
5. Ganti text warna merah di atas dengan label menu yang diinginkan.setelah itu Save dan lihatlah menu button telah selesai.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
5. Ganti text warna merah di atas dengan label menu yang diinginkan.setelah itu Save dan lihatlah menu button telah selesai.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar